Surat Himbauan Airborne Instructional Technique

Feb 11 2017
(0) Comments

Tanggal  :  11 Februari 2017
Nomor    :  030 / CHR / IPI / II / 2017
Perihal    :  Airborne Instructional Technique

Kepada Yth.

Instruktur Penerbang Indonesia

Di Tempat

Dengan hormat,

Ikatan Pilot Indonesia senantiasa akan terus memperjuangkan profesionalisme serta peningkatan kualitas terbaik untuk profesi pilot Indonesia. Dalam hal ini, Direktorat Penerbangan Umum Ikatan Pilot Indonesia sangat berkonsentrasi dengan peningkatan kualitas lulusan Sekolah Pilot Indonesia agar dapat bersaing sebagai kompetitor unggulan di Indonesia, karena Instructional Flying sejatinya menjadi bagian aktifitas Penerbangan Umum[1]

Mengingat safety start from the ground sehingga kami elaborasi lebih spesifik bahwa sejatinya safety start from campuss dimana seorang pilot menerima indoktrinasi untuk pertama kali sehingga akan terus masuk dalam pikirannya hingga operasional terbang di pesawat udara pada maskapai-maskapai dunia.

Sehingga kualitas lulusan sekolah pilot sangat tergantung dari bagaimana cara transfer of knowledge dan transfer of skill yang efektif dan efisien dengan hasil output yang optimal. Untuk itu, Direktorat Teknis 3 Ikatan Pilot Indonesia menghimbau, bagi para instruktur penerbang mengenai perlunya melaksanakan Airborne Instructional Techinique[2] (teknik mengajar di udara) dengan beberapa fundamental, sebagai berikut:

  1. Aviator. Seorang instruktur penerbang harus qualified pada bidangnya, professional, memiliki kompetensi dan percaya diri serta mampu memahami limitasi envelopes pada setiap materi latihan.
  1. Teacher. Memahami dasar-dasar proses mengajar yang baik dan menguasai metode pengajaran penerbangan pesawat udara. Mampu mengendalikan temperament sesuai dengan kebutuhan pengajaran.
  1. Psychologist. Benar-benar memahami kondisi psikologi siswa, mengendalikan emosi siswa dan menampilkan diri sebagai “penolong” disaat seorang siswa sudah benar-benar frustasi dari hasil materi latihan yang didapat ketika mengalami kesulitan. Mengetahui dan dapat mengantisipasi dengan reaksi yang cepat pada segala situasi dalam setiap materi latihan udara.
  1. Demonstrate. Memberi gambaran dan penjelasan dengan mencontohkan sebuah materi latihan, sehingga siswa dapat melihat secara langsung sebuah materi latihan dan mengetahui ide dari sebuah materi yang dilatihkan. Pada langkah ini siswa wajib untuk tidak pegang flying control agar dia fokus pada apa yang dicontohkan.
  1. Follow Me Through. Memberi kesempatan kepada siswa untuk dapat merasakan sebuah materi latihan bersama-sama dengan instruktur. Tahap ini sejatinya masih dalam tahapan demonstrate, namun lebih spesifik sehingga siswa dapat mulai mengenal dan merasakan sendiri efek-efek yang terjadi dari sebuah materi latihan.
  1. Direct. Memberi kesempatan langsung kepada siswa untuk merasakan sendiri apa yang telah dicontohkan oleh instruktur penerbang, namun pada fase ini selain masih tetap dalam pengawasan oleh instruktur, pelaksanaan materi latihan juga masih dipandu secara verbal oleh instrukturnya.
  1. Keyword. Pada fase direct peran instruktur selain pengawasan adalah hanya memberikan instruksi verbal. Pemilihan keyword yang tepat, efektif dan efisien sangat berpengaruh kepada keberhasilan siswa untuk menguasai materi latihan, contoh: “power up!!” sebuah kalimat yang digunakan untuk “menambah power” tidak perlu panjang lebar namun sharp and presice dan jangan berubah-ubah, karena siswa akan lebih mudah catch up dengan bahasa yang tidak berbelit-belit.
  1. Monitoring. Setelah observe dan memastikan materi latihan mulai dikuasai oleh siswa, maka selanjutnya beri kesempatan siswa untuk murni melakukan segalanya sendiri tanpa ada input instruksi selain pada batasan safety dalam pelaksanaan materi tersebut.

Demikian himbauan ini kami sampaikan, sehingga diharapkan pada setiap per jam siswa mengeluarkan biaya untuk sekolahnya dapat lebih efektif dan efisien dengan hasil yang optimal menuju output pilot Indonesia yang dapat bersaing tinggi di dunia penerbangan Nasional maupun internasional.

 

Salam Penerbangan,

An. Dewan Ketua Ikatan Pilot Indonesia
       Ketua Umum Ikatan Pilot Indonesia
          Capt. Bambang Adisurya Angkasa

 

                      (Telp : 0811872873)
                    b.adisurya@ipi.or.id

 

Dipersiapkan oleh Technical Director 3 General Aviation Capt Teddy Hambrata Azmir
[1] ICAO Clssification of Civil Aviation Activities, STA/10-WP/7, Appendix A.
[2] Kruse, Noel. 2011. “Fly Better”. Boobk 4. Ed. 1, Sidney. Australia.