Sosok Kartini Udara Indonesia

Apr 21 2017
(0) Comments

Semangat Kartini tak pernah redup oleh waktu, hingga saat ini terus tumbuh dan bersemayam di sanubari perempuan Indonesia.  Beragam jenis profesi, saat ini tak lagi didominasi oleh kaum pria, wanita juga turut andil menunjukan kemampuannya.

Salah satu profesi yang biasanya di geluti kaum pria, Pilot, kini tak lagi hanya diisi kaum Adam tersebut. Banyak perempuan Indonesia yang  mampu meraih jenjang yang sama dengan para pria.

Kartini menjadi sosok yang telah mengharumkan bangsa melalui emansipasi wanita. Atas upayanya itu, kaum hawa mendapatkan penghargaan termasuk untuk berkarya di segala jenis bidang, baik itu bidang yang dahulu hanya bisa dilakukan oleh lelaki saja.

Di Industri aviasi misalnya, banyak wanita telah menunjukkan kebolehan dan eksistensinya, Berikut ini sejumlah pilot wanita yang dilansir oleh Infopenerbangan.com. Siapa saja mereka? Yuk kita cari tahu lebih lanjut.

WhatsApp Image 2017-04-22 at 01.51.24

1. Capt.Ida Fiqriah

Sosok wanita pertama yang menjadi kapten di maskapai Garuda Indonesia, wanita yang berusia 37 tahun ini, telah resmi dinobatkan sebagai kapten pilot wanita pertama untuk pesawat tipe Boeing 737-800 NG. Lulusan PLP Curug tahun 1996 dan memulai karirnya di tahun 1999 bersama Garuda Indonesia, Ida fiqriah telah menerbangkan beberapa jenis dann tipe pesawat, mulai dari Boeing 737-300/400/500 dan Airbus 300-300/200 dengan memiliki sebanyak 10.585 jam terbang. Pada 21 April 2017 tepatnya dalam rangka memperingati hari Kartini, Ida terpilih sebagai kapten yang menerbangkan penerbangan khusus yang dinamakan “Kartini Flight” oleh Garuda Indonesia dengan rute Jakarta-Padang-Jakarta.

WhatsApp Image 2017-04-22 at 01.52.33

2.Capt. Monika Anggreini

Capt. Monika Anggreini merupakan pilot perempuan pertama di maskapai Airasia Indonesia. Pilot yang pernah menempuh pendidikan di Juanda Flying School Surabaya dan Avindo Angkasa di areal Halim Perdana Kusuma kini telah12 tahun menjadi pilot, Airasia 11 tahun. Pilot yang sudah memiliki 9000 jam terbang tersebut telah menjadi seorang kapten untuk pesawat tipe Airbus 320-200. Wanita kelahiran 17 November 1975 tersebut juga telah menerbitkan sebuah buku yang berceritakan tentang perjalanan karirnya dengan judul “Burung Besi Monika”. Monika juga sering terpilih sebagai kapten untuk menerbangkan pesawat dalam rangka memperingati hari Kartini yang dimana semua awak pesawat tersebut adalah perempuan.

WhatsApp Image 2017-04-22 at 01.50.28

3.Patricia Yora Wenas

Patricia Yora Wenas berprofesi sebagai Pilot di maskapai Garuda Indonesia. Patricia Lahir di Bogor Pada 7 November 1991. Memilik ayah yang juga seorang pilot, akhirnya Patricia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah penerbangan, saat pendidikan Patricia mengendalikan pesawat Cessna 150 dan Cesnna 172. Setelah lulus dari pendidikan dan bergabung dengan maskapai swasta nasional serta dipercaya untuk menerbangkan tipe pesawat Airbus 320. Akhirnya pada setelah memiliki 3 tahun pengalaman menjadi pilot maskapai, Patricia memutuskan untuk bergabung di Garuda Indonesia sejak September 2014 sebagai co-pilot dan ia sekarang menerbangkan tipe pesawat Airbus 330.

 

WhatsApp Image 2017-04-22 at 01.54.00

4.Sarah Widyanti Kusuma

Gadis cantik yang memilih menjadi seorang Pilot sebagai profesinya. Kelahiran 3 Maret 1988 telah bekerja di maskapai Garuda Indonesia sejak usianya baru mencapai 21 tahun. Wanita yang pernah menjajaki dirinya sebagai di kontes Indonesia Idol ini telah menerbangkan pesawat jenis Boeing dan Airbus. Pada Tahun 2009 Sarah menjadi satu-satunya wanita yang lulus dalam seleksi penerimaan calon pilot di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug. Selama 2 tahun menempuh pendidikan pada tahun 2009, Sarah lulus dari sekolah penerbangan tersebut dan langsung menerima pekerjaan sebagai co-pilot di maskapai Garuda Indonesia. Sarah sekarang menerbangkan tipe dan jenis pesawat Airbus 330-300 dengan rute internasional menuju Jepang, Korea, Australia, China, dan Jeddah.

WhatsApp Image 2017-04-22 at 01.54.30

5.Sari Ardisa seorang

Co-pilot di maskapai Garuda Indonesia ini pantas disebut sebagai Kartini masa kini, karna Sari memiliki profesi yang umummnya di dominasi oleh kamu lelaki. Wanita kelahiran Jakarta, 27 Oktober 1993 memiliki cita-cita sebagai pilot dari Sari bersekolah di bangku SMP. Untuk mewujudkan cita-citanya, akhirnya pada tahun 2012 Sari mumutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di sekolah penerbangan Bali International Flight School (BIFA), setelah lulus dari pendidikannya ia langsung bekerja di Garuda Indonesia  dengan ikatan dinas selama 5 tahun. Sekarang Sari menerbangkan jenis pesawat Boeing 737-800 NG dan Sari juga terpilih menjadi seorang Co-pilot dengan di dampingi oleh kapten Ida Fiqriah untuk menerbangkan pesawat dengan penerbangan khusus yang dinamakan “Kartini Flight” pada 21 April 2017 dengan rute Jakarta-Padang-Jakarta. penerbang itu bertujuan untuk memperingati hari Kartini oleh Garuda Indonesia.

 

WhatsApp Image 2017-04-22 at 01.50.27

6.Isma Kania Dewi

Isma Kania Dewi merupakan pilot wanita Indonesia yang bekerja di maskapai luar negeri. Isma lahir tanggal 4 oktober 1975, sejak kecil isma senang sekali melihat orang denga seraham Pilot. Setelah lulus dari sekolah menengah atas (SMA), Isma mendapatkan beasiswa untuk menuntut ilmu menjadi seorang pilot di PLP Curug hingga memperoleh Commercial Pilot License dan Multi Engine Instructor Rating hingga lulus pada tahun 1997 Isma. Isma lantas melanjutkan karirnya di maskapai Garuda Indonesia pada tahun 1998 dan berhasil mendapat license untuk menerbangkan pesawat Boeing 737-300/400/500, pesawat komersil pertamanya. Sempat menjadi pilot untuk Garuda Indonesia dan Qatar Airways. Saat ini Isma menjadi pilot di maskapai Etihad Airways – United Arab Emirates dan Isma telah menerbangkan pesawat dengan banyak tujuan ke beberapa negara.

WhatsApp Image 2017-04-22 at 01.50.29

7.Raden Roro Iin Irjayanti

Wanita kelahiran 4 November 1985 ini merupakan salah satu pilot wanita di Indonesia. Lulusan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI), Curug angakatan 58 tahun 2004. Menjadi pilot adalah cita-cita almarhum ayahnya. Pernah mengikuti kontes kecantikan dengan konsep Beauty, Brain and Behaviour untuk Puteri Indonesia tahun 2010, Namun takdir berkata lain, Iin pernah menjadi co-pilot di maskapai Batavia Air selama 4 tahun dengan 3000 jam terbang untuk pesawat  Boeing 737-300/400/500 tapi karna maskapai tempat Iin bekerja memilik masalah dengan keuangan dan bangkrut, akhirnya Iin memutuskan untuk melanjutkan karirnya di maskpai lain. Hingga saat ini Iin masih bekerja menjadi kapten untuk maskapai Kalstar yang banyak melayani rute untuk Indonesia Timur. (IP/NP/eq)