Rekomendasi Keselamatan Penerbangan Ikatan Pilot Indonesia Terhadap Tradisi Balon Udara Masyarakat Wonosobo

Jul 14 2016
(0) Comments
  • Facebook
  • Twitter

Ikatan Pilot Indonesia sebagai organisasi profesi yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan keanekaragaman tradisi serta kearifan lokal masyarakar Indonesia, sangat menghargai adanya Tradisi Balon Udara pada peringatan Hari Besar Keagamaan dan Perayaan Kegiatan Adat Tradisional Masyarakat Wonosobo.

Tradisi Balon Udara ini adalah suatu kegiatan pelepasan Balon yang berisi gas atau udara yang dipanaskan dengan suatu alat yang disebut kompor, sehingga balon dapat terbang bebas tanpa terkendali bahkan bisa mencapai radius 100NM lebih dari titik pelepasan dengan ketinggian diatas 30.000 Kaki diatas permukaan laut.

Sebagaimana kita ketahui bersama, posisi geografis Kota Wonosobo tepat berada pada jalur Udara (airways) W45 dan 17N pada Jakarta FIR dan merupakan jalur atau rute penerbangan yang cukup padat dilalui oleh Pesawat Udara untuk penerbangan Domestik dan Internasional saat ini. Balon yang dilepaskan dari Wonosobo bisa mencapat daerah Cilacap bahkan diatas Kota Semarang.

Sampai saat ini beberapa rekan Pilot telah melaporkan insiden yang mereka alami saat terbang di Airways W45 dan 17N melihat Balon Udara tersebut terbang cukup dekat dengan posisi pesawat udara yang mereka awaki melalui AirNav Indonesia selaku Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia. Kekuatiran yang timbul manakala Balon Udara tersebut menyentuh bagian penting dari sistem pesawat udara dan bisa berakibat  antara lain:

  1. Terganggunya fungsi primary flight control surfaces, ailerons, elevator and rudder.
  2. Kerusakan serius pada mesin pesawat udara.
  3. Kerusakan pada permukaan Badan dan Jendela pesawat udara yang berakibat hilangnya tekanan udara di dalam ruang kabin sehingga mengganggu sistem pernafasan penumpang dan Awak Pesawat.

Kerusakan yang kita kuatirkan akibat Balon Udara tersebut berujung pada terancamnya keselamatan puluhan bahkan ratusan jiwa penumpang yang menggunakan jasa pesawat udara termasuk awak pesawat yang melintasi kota tersebut.

Saat ini AirNav Indonesia telah melayangkan surat kepada PEMDA setempat mengenai insiden yang dialami rekan-rekan pilot berkenaan dengan Tradisi Balon Udara di Wonosobo. Sampai saat ini upaya pelarangan Tradisi Balon yang mengancam Keselamatan Penerbangan tersebut masih mendapat protes dari beberapa kalangan masyarakat di daerah tersebut.

Ikatan Pilot Indonesia bersama ini menyampaikan dukungan yang penuh terhadap segala usaha yang ditempuh oleh semua pihak guna tercapainya kesepakatan antara masyarakat Wonosobo, PEMDA, Otoritas setempat dan Otoritas Penerbangan dalam usaha mencari solusi yang terbaik.

Bagi rekan-rekan Pilot Indonesia, Ikatan Pilot Indonesia merekomendasikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Laksanakan Preflight dan Post Flight Inspection dalam setiap Misi Penerbangan
  2. Perhatikan NOTAM secara seksama sebelum melaksanakan penerbangan
  3. Khusus Penerbangan yang melewati rute W45 dan 17N agar meningkatkan kewaspadaan akan bahaya Balon Udara baik siang dan malam hari, mengingat sampai saat ini Tradisi balon udara di Wonosobo tersebut masih terus berlangsung tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada otoritas Penerbangan Indonesia tentang waktu pelaksanaannya.
  4. Jika secara Visual melihat keberadaan balon udara, segera menghindar pada jarak yang cukup aman dan melaporkannya saat itu juga pada ATC tentang perkiraan ketinggian dan arah balon udara tersebut. Membuat Pilot Report dan laporan berjenjang ke pada Safety Department masing-masing airlines serta berkenan menyampaikan laporan tertulis pada Ikatan Pilot Indonesia melalui email safety@ipi.or.id agar dapat kita tindak lanjuti bersama.

Ikatan Pilot Indonesia juga menyampaikan harapan kepada pihak terkait:

  1. Pada hari pelepasan, penyelenggara Tradisi Balon Udara agar berkoordinasi dengan Otoritas Penerbangan dan Pemerintah Daerah setempat sehingga dapat diterbitkan NOTAM bagi pilot untuk menghindar/Avoid Airways yang kemungkinan akan terlewati oleh Balon Udara.
  2. Ikatan Pilot Indonesia siap untuk terjen ke lapangan bersama AirNav dan Departmen Perhubungan untuk melakukan sosialisasi keselamatan penerbangan dengan duduk bersama PEMDA dan Masyarakat Wonosobo untuk mencari win-win solution.

Demikian Rekomendasi ini disampaikan sebagai usaha Ikatan Pilot Indonesia dalam meningkatkan Keselamatan Penerbangan di Indonesia.

Download File : Rekomendasi Keselamatan Penerbangan – SCR 012

Foto by Dwi Nourma Handito

Related Posts