KASAU Kunjungan Kerja ke Lampung mengajak IPI

Oct 28 2017
(0) Comments
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus
  • Instagram

Ketum IPI Capt. B. Adisurya dan ketua komite AGE Capt  Noor Wahyudi bersama Kasau Marsekal Hadi Tjahjanto melakukan kunjungan kerja pada hari , Selasa (24/10/2017) ke Lanud milik AU di Lampung. Dalam kunjungan tersebut ikut serta Dirjenhubud Agus Santoso dan Kapolda Lampung Irjen Pol Suroso Hadi Siswoyo.

“Kami menyambut baik undangan Kasau dan mengapresiasi Marsekal Hadi Tjahjanto yang melibatkan IPI dalam proses awal rencana pengembangan sebuah air strip, Lanud Bun Yamin menjadi bandar udara sipil dan untuk penerbangan Internasional. IPI akan siap dalam berkontribusi memberi  masukan dan saran terbaik dari sudut pandang keselamatan penerbangan untuk setiap pembangunan bandar udara dengan referensi ICAO Annex 14 yang menjadi salah satu program kerja Badan Pengurus IPI dibawah Direktur Teknikal 1 Komite AGE
Aerodrome and Ground Environment “, ungkap Capt. B. Adisurya.

Rombongan yang tiba di lokasi menggunakan Helikopter milik TNI AU ikut secara langsung menghadiri diskusi dengan masyarakat dan pimpinan daerah yang mengharapkan dapat dikembangkannya Lanud Bun Yamin menjadi bandara udara sipil karena kondisi sarana yg ada saat ini dan prospek pertumbuhan ekonomi ke depan.
Komandan Lanud Pangeran M. Bun Yamin Letkol Pnb Ahmad Mulyono, S.E., M.M, beserta tamu undangan ikut hadir saat itu: Kapolda Lampung, Sekda Provinsi Lampung, Ketua DPRD Lampung, Bupati Tulang Bawang Barat, Wakil Bupati Tulang Bawang, Danrem, Danlanal.

Kasau mengatakan, “ terkait dengan rencana usulan dari Angkatan Udara menjadikan Lanud Pangeran M. Bun Yamin menjadi bandara sipil, artinya aset yang dimiliki Angkatan Udara ini bisa dibuka untuk umum bisa dibangun, sehingga bisa meningkatkan perekonomian di wilayah Lampung ini karena secara geografis Lanud ini ditengah dikelilingi oleh tujuh Kabupaten, dimana oleh Dirjen Perhubungan Udara nantinya akan diadakan pengkajian untuk segera direalisasikan dan didukung oleh seluruh pemerintah daerah maupun Provinsi Lampung. Pada kesempatan tersebut Agus Santoso ikut menyampaikan pendapat,  bahwa bandar udara dapat menjadi multiplier effect pertumbuhan ekonomi daerah.

Acara dilanjutkan dengan peninjauan lokasi landasan Lanud Pangeran M. Bun Yamin oleh Kasau diikuti para tamu undangan, “ Run Way (landasan) Lanud Pangeran Bun Yamin yang panjang 1950 m ini mampu diperpanjang lagi hingga 3000 m, clear tidak masalah, tanah TNI AU sekitar sini saja 4 (empat) ribu hektar, cukup untuk pengembangan Bandar Udara, ujar Kasau.
IPI mendorong agar dilakukan kajian, mitigasi dan rekomendasi  terkait fasilitas bandar udara yang berdampak pada operasional dan keselamatan penerbangan. Ikut melakukan pengawasan dan implementasi dari rekomendasi untuk peningkatan keselamatan penerbangan.

Beberapa program Komite AGE adalah : secara aktif mempromosikan pengembangan bandar udara dalam memenuhi standarisasi sesuai dengan:
• ICAO Annex 14 – Aerodrome Standards
• ICAO Annex 16 – Environmental Protection
• CASR Part 36  – Noise Standards : Aircraft Type and Airworthiness Certifications
• CASR Part 139 – Aerodrome

Selanjutnya harapan besar IPI kedepan agar dapat bekerja sama dengan semua pihak dalam proses perencanaan dan  pengembangan terkait ke bandarudaraan dan bidang lain sebagai bagian dari stake holder penerbangan di Indonesia. (*)

Related Posts