Himbauan IPI Tentang Antisipasi Dampak Aktivitas Gunung Bromo di Jatim Terhadap Aktivitas Penerbangan Indonesia

Jul 26 2016
(0) Comments
  • Facebook
  • Twitter

Gunung  Bromo merupakan sebuah gunung berapi aktif (Stratovolcano) yang terletak di Provinsi Jawa Timur – Indonesia.  Gunung yang terletak di komplek Kaldera Tengger ini memiliki ketinggian 2.329 meter atau 7.641 kaki. Belakangan ini Aktivitas Vulkanik dari Gunung Bromo cukup berdampak pada Operasional Penerbangan di Indonesia khususnya pada Bandara Internasional Juanda di Surabaya dan Bandara Abdul Rachman Saleh di Malang.  Bahkan beberapa hari belakangan ini Bandara Abdul Rachman Saleh sempat ditutup akibat sebaran abu vulkanik Gunung Bromo.

Ikatan Pilot Indonesia menghimbau kepada Pihak Terkait dan Khususnya Rekan-rekan Pilot Indonesia untuk meninggkatkan kewaspadaan terhadap Aktivitas Vulkanik Gunung Bromo guna menjamin Keselamatan Penerbangan dan pelayanan terbaik terhadap masyarakat pengguna jasa penerbangan.  Sebagaimana kita ketahui bahwa  semburan Abu Vulkanik dapat membahayakan operasional Pesawat terbang terutama fungsi baling-baling pada pesawat turboprop atau mesin jet dalam pesawat turbofan, komponen vital dalam penerbangan sehingga menyebabkan surge, thrust power loss dan hight TGT.

Ikatan Pilot Indonesia mencatat beberapa hari yang lalu, Pesawat Udara dari salah satu maskapai penerbangan di Indonesia mengalami Engine Blade Eroded (terkikis) cukup parah pada kedua mesin setelah melakukan penerbangan dari Bandara Internasional Juanda di Surabaya menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta di Jakarta. Dugaan sementara adalah terkena semburan Abu Vulkanik. Bersyukur kejadian tersebut tidak berakibat fatal dan dapat di deteksi oleh Pilotnya pada saat melakukan Walkaround Check setelah mendarat.

Kepada Otoritas bandar udara agar segera mengeluarkan peringatan tehadap para Pilot apabila menerima laporan tentang Aktivias Gunung Bromo melalui Notams dan ATC directive tentang luas area terdampak dan ketinggian semburan abu Vulkanik sampai pada tindakan penutupan operasional bandara dan airways (jalur udara) terdampak jika dianggap membahayakan operasional dan keselamatan penerbangan.

Kepada rekan-rekan Pilot agar melaksanakan hal-hal sebagai berikut :

  1. Jika menerima adanya informasi aktivitas gunung berapi, periksa secara seksama Notams dan ATC directive. Rencanakan penerbangan pada jalur Upwind side atau menghindar dari kemungkinan terbang melintasi Awan Vulkanik.

Catatan : Airborne Weather Radar tidak dapat mendeteksi adanya abu vulkanik.

  1. Laksanakan Preflight dan Postflight Walkaround Inspection.
  2. Pelajari kembali/Refresh Emergency Procedure berkaitan dengan Abu Vulkanik (Volcanic Ash). Pada saat di udara, abu vulkanik sangat sulit untuk dideteksi. Namun beberapa fenomena berikut adalah tanda-tanda terbang memasuki Awan vulkanik :
  • Debu atau asap terlihat di dalam ruang kemudi pesawat udara.
  • Tercium aroma belerang atau bau benda terbakar.
  • Multiple engine mulfunctions seperti power loss, stall, hight TGT/EGT dan engine flame out.
  • Cahaya Terang terlihat pada Engine inlet.
  • Terlihat Elmos Fire dan Static discharge pada jendela ruang kemudi Pesawat.
  1. Segera melaporkan kepada Air Traffic Services Unit melalui Special AIREP atau PIREP apabila terbang melintasi atau melihat Awan abu Vulkanik. Kemudian melaporkannya pada Safety Departement  masing-masing Airline Company dan berkenan menyampaikan laporan tertulis kepada Ikatan Pilot Indonesia melalui Email safety@ipi.or.id  agar dapat ditindaklanjuti bersama.

Demikian Himbauan ini disampaikan sebagai Usaha Ikatan Pilot Indonesia meningkatkan Keselamatan Penerbangan serta  kenyamanan pengguna Jasa Penerbangan di Indonesia.

Salam Penerbangan.

Jakarta, 26 Juli 2016

Download Surat Himbauan All Pilot 077 Abu Vulkanik

Foto by merdeka.com

Related Posts